Malang sekali nasib Aris. Di usianya yang masih 18 tahun, ia harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Jiwa Sinar Mentari. Dia mengidap Skizofrenia. Skizofrenia adalah gangguan yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir, merasakan, dan berperilaku dengan baik. Semua bermula dari keluarganya yang hancur berantakan dua tahun yang lalu.
Sejak pandemi, usaha rumah makan milik ayahnya menjadi bangkrut. Kedua orang tuanya harus memutar otak untuk bisa melanjutkan hidup mereka. Mulai dari membanting harga makanan jualannya, berjualan via online shop sampai menjadi kuli serabutan. Namun, keharmonisan keluarga Aris mulai retak semenjak hadirnya Om Burhan. Itulah nama pria selingkuhan mamanya Aris.
Mama Aris sudah berhubungan dengan pria itu sekitar 6 bulan sejak pandemi. Mamanya mengaku bahwa hubungannya hanya sebatas rekan kerja. Mamanya bekerja sebagai sekretaris pribadi Om Burhan, oleh karena itu hubungan mereka terlihat sangat dekat, gaji yang didapat mamanya juga banyak. Itulah pengakuan mamanya. Papa Aris merasa sangat marah dan kecewa akan hal itu.
Papa Aris sudah merasa berusaha dengan keras untuk mencukupi kebutuhan keluarganya tapi malah istrinya berhubungan gelap dengan pria lain, yang mana secara ekonomi lebih makmur. Orang tuanya sering bertengkar di depan Aris. Aris tidak punya teman untuk bercerita tentang masalahnya atau untuk mendapat solusi dari kesusahannya itu. Aris juga ditolak dan dimaki oleh perempuam yang ia sukai sejak lama. Hal itu membuat Aris merasa sangat stres dan tertekan.
Ia mulai mengasingkan diri dari lingkungannya bahkan keluarganya. Dia lebih sering menyendiri dan merenung di bawah meja belajarnya. Nafsu makannya menurun. Konsentrasinya juga menurun sehingga ia tidak naik kelas. Pergelangan tangannya dihiasi luka bekas goresan silet. Puncaknya adalah ketika ada seorang tetangganya yang kebetulan melihat Aris berdiri di tengah rel kereta api yang akan melintas. Tetangganya itu lantas menyelamatkan Aris dan mengantarkannya pulang.
Kedua orang tua Aris segera membawanya ke dokter untuk mendapatkan perawatan karena perilakunya yang setiap hari semakin membahayakan diri sendiri bahkan orang lain. Ia diobservasi oleh seorang psikolog selama kurang lebih 5 hari untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi dengan Aris. 5 hari berlalu, saatnya orang tua Aris menemui psikolog tersebut.
Hasilnya Aris mengidap skizofrenia. Suara-suara asing di otaknya-lah yang membuat dirinya melakukan hal yang aneh bahkan berbahaya. Orang tua Aris yang hampir cerai itupun merasa sangat terpukul akan hasil diagnosa Aris. Mereka merasa bersalah karena telah membuat Aris menderita sampai jiwanya terganggu. Tapi orang tua Aris tetap bercerai namun keduanya sepakat untuk tetap menemani Aris sampai ajal menjemput.
Aris semangat yaa!lekas sembuh:)
BalasHapusWaww
BalasHapusMantappp
BalasHapusSemangat aris !! Memang ada saatnya kita menjalani hidup yang berat tapi jangan menyerah!!
BalasHapusbagusss
BalasHapusgws ya ris🥺
BalasHapusMaaci kak:*
HapusBagusss
BalasHapusSangat disayangkan memang. Nyatanya, di kehidupan nyata banyak contoh anak yg menjadi korban keegoisan orang tua. Semoga keluarga kita semua selalu dijauhkan dari segala masalah yang mengancam keharmonisan dan kebahagiaan keluarga🙏🏻
BalasHapuskeren poll sif gak gorooo
BalasHapusmengandung bwawangy
BalasHapuskuduu dekek deknwetpad see, pasti onok sg ngetislis dadi series, trs pemeran utama e angga yunanda
BalasHapussukakk ikii mauu nangisss😭😭😭
BalasHapusKeren bangett. Ceritanya mengajarkan kita untuk lebih peka dan memahami perasaan dan kesehatan mental orang terdekat kita 😍
BalasHapus