Dia dan Obatnya

     Sahabatku, Asyila sekarang sedang menjalani rehabilitasi di Panti Rehabilitasi Narkoba Magelang. Awalnya dia sering merasakan stres yang berlebih. Banyak hal yang membuatnya stres. Keluarganya yang selalu menuntut dia tuk jadi sempurna di dalam berbagai bidang. Tentu saja hal itu membuatnya sangat tertekan, apalagi ketika dia gagal, keluarganya pasti menghukum Asyila. 

     Dia juga tidak punya teman, dia hanya memiliki teman ketika ada kerja kelompok saja, itupun karena Asyila pintar. Dia cenderung aktif di media sosial. Dia curhat melakui akun palsu yang dibuatnya sendiri untuk merahasiakan identitas dan bebas mengekspresikan diri. Dia suka berteman dengan orang asing melalui aplikasi seperti ome.tv dan grup di telegram. Dia juga suka mengikuti ekperimen yang ia tonton melalui aplikasi tiktok. 

     Sampai pada suatu hari ia melihat sekumpulan orang yang meminum obat batuk untuk merilekskan dirinya. Ia tertarik namun ia berpikir ulang, mengapa obat batuk bisa merilekskan pikiran. Banyak orang yang mencoba eksperimen itu dan membuat Asyila terdorong untuk melakukannya juga. Ia mulai membeli satu box (6 pcs) obat batuk dan meminum semuanya dalam satu waktu. Hasilnya adalah stres yang ada dipikirannya terasa lebih ringan. 

     Sejak saat itu ia menjadi kecanduan karena efek yang diberikan oleh obat itu. Perasaan tenang, nyaman, terbang serasa di awan sampai lupa akan beban hidup yang ia tanggung. Ia terus menambah dosis obat batuk itu. Tidak ada yang curiga karena Asyila tidak menunjukkan tanda apa-apa. 

     Pada suatu hari, tante Asyila yang mana seorang staf di Panti Rehabilitasi Narkoba, tempat Asyila saat ini direhabilitasi. Tantenya tiba-tiba masuk ke kamar Asyila tanpa mengetuknya saat ia sedang meminum obat batuk itu. Tantenya yang mengetahui itu sangat terkejut karena keponakannya ternyata melakukan penyalahgunaan obat. Yaa.. Hal yang dilakukan Asyila termasuk penyalahgunaan obat karena dalam obat batuk itu mengandung senyawa narkotika yang jika digunakan secara berlebihan dapat beralih fungsi dari mengobati menjadi merusak saraf. 

     Tante Asyila segera memberi tahu orang tua Asyila untuk memeriksakan apa yang terjadi dengan Asyila sampai-sampai ia mengonsumsi obat-obatan seperti itu. Orang tuanyapun membawa Asyila pergi ke psikiater di salah satu rumah sakit jiwa dan psikiater tersebut menyuruh orang tua Asyila untuk menaruh anaknya di Panti Rehabilitasi Narkoba karena ada yang salah dengan Asyila. Asyilapun masih direhabilitasi sampai sekarang. 

Komentar

Posting Komentar