Namaku Aca, aku tidak tahu bahwa pacarku kembar sampai aku bertemu mereka di sebuah cafe. Aku sudah pacaran lama dengan Erik, kurang lebih 1 tahun lamanya. Pada saat awal jadian, hubungan kami berjalan baik-baik saja. Banyak dampak positif yang aku dapat dari hubungan ini. Aku jadi lebih semangat, penuh percaya diri dan optimis dalam menjalani hidup. Erik memang orang yang baik, ia suka menyebarkan energi positif yang dimilikinya.
Aku juga mendapat banyak kebahagiaan dari kegiatan-kegiatan yang kulakukan bersama Erik, contohnya pergi ke Jatim Park, Taman Safari, atau bahkan hanya sekedar makan di Angkringan. Selain dampak positif, aku juga mendapat dampak negatif, seperti sering menangis karena bertengkar, sering khawatir saat dia tidak membalas kabarku, dan cemburu. Tapi aku senang berpacaran dengannya, aku bersyukur memilikinya.
Namun, semakin lama hubungan kami terasa aneh bagiku. Erik sering menghilang dan sifatnya berubah-ubah. Dia yang awalnya perhatian lama-lama cuek, tidak seasik dulu. Cara dia merespon ceritaku juga berbeda. Ketika bertemu apalagi, kadang dia lucu seperti yang ku kenal, tapi kadang dia menjadi sangat dingin. Awalnya aku kira dia hanya sedang mengalami masalah yang memengaruhi moodnya.
Aku coba tanya kenapa dia berubah. Aku takut dia punya pacar selain aku. Aku takut dia bosan denganku. Semakin hari dia semakin menjauh. Aku sering mengajaknya bertemu namun sering juga ditolak. Pesanku juga sering tidak dibalas. Apalagi ditelfon, langsung ditolak. Aku sudah berkali-kali bertanya, "apakah aku punya salah padamu?", namun Erik menjawab dengan singkat, "tidak ada!". Aku ingin menemuinya langsung kerumahnya, tapi dia tidak pernah mau memberi tahu aku alamatnya. Aku tidak tahu apa alasannya.
Suatu hari aku pergi ke salah satu cafe untuk bertemu dengan teman-teman lamaku sekaligus melepas penat dari hubungan yang tidak jelas ini. Aku minum kopi dan bercanda tawa dengan teman-temanku sampai lupa dengan masalahku. Ketika aku berjalan ke kamar mandi, aku melihat seorang pria yang mirip sekali dengan pacarku. Tapi aku tidak yakin sehingga aku bersembunyi dan mengintai pria itu. Aku mendengarkan percakapannya.
Ia bercerita pada seorang pria yang sangat mirip dengannya bahwa dia sudah bosan berpacaran dengan Aca, aku, tapi ia bingung bagaimana cara mengakhiri hubungannya sehingga ia meminta tolong kembarannya untuk membuat Aca jauh. Aku sangat sakit hati mendengar ceritanya. Aku langsung mengahampirinya dan bertanya siapa pria itu dan apa maksud pembicaraannya. Erik menjelaskan bahwa itu adalah saudara kembarnya, ia juga mengatakan bahwa ia ingin putus dariku.
Aku sedang tidak ingin bertengkar, marah, dan berdebat sehingga aku langsung menerima keputusannya untuk mengakhiri hubungannya denganku. Perasaanku hari itu sangat hancur. Aku terus menyalahkan diriku karena tidak bisa membuat Erik bahagia. Aku langsung pulang meninggalkan teman-temanku dengan mengendarai motor sendiri. Namun sial, aku kecelakaan.
yaampun erikk😠😠
BalasHapusSabar ya:(
HapusErik yaampunn😐
BalasHapusErikk mana Erik
BalasHapusErik meresahkan
BalasHapusampun deh rikk
BalasHapusjauh jauh dah erik
BalasHapuslanjuttt part jebrottt
BalasHapuskalo rame lanjut part 2
BalasHapusngabtungg jedii kepo bgt loo
BalasHapusErikk ga asikk
BalasHapusEndnya kasian
BalasHapus