Dasar Penghancur

     Namaku Fira dan aku termasuk murid yang cukup berprestasi di sekolahku, SMA Jayanegara. Aku merupakan atlet renang yang sudah berlomba di tingkat antar provinsi dan berhasil menyabet piala juara 1. Aku memang menyukai renang sejak TK karena ayahku memang pelatih renang jadi aku selalu ikut ayah ketika beliau ada jadwal mengajar. Walaupun aku sering berenang sampai malam, aku tetap tidak melupakan kewajiban belajarku. 

     Aku mengerjakan pr sepulang sekolah, sebelum berenang, aku mengerjakannya dengan baik dan benar. Aku selalu membaca buku pelajaran setidaknya 15 menit setiap hari sebelum tidur. Prestasiku di bidang pelajaranpun cukup baik, aku selalu mendapat ranking 3 besar. Aku bercita-cita untuk dapat melanjutkan pendidikan di Akademi Militer, Magelang maka dari itu aku sudah menyiapkan semuanya sejak SMP. 

     Namun prestasiku mulai turun sejak aku mengenal Raka. Dia adalah pria yang aku sukai sejak aku masuk SMA. Saat aku berpacaran dengannya, aku menjadi jarang berenang karena aku lebih banyak menghabiskan waktu bersamanya. Aku mulai sering tidak mengerjakan pr karena pulang terlalu malam sehabis bermain bersama Raka. Aku juga menjadi sering tidur di saat jam pelajaran karena telefonan sama dia sampai tengah malam. Karena perubahan gaya hidup tersebut, aku sering merasa pusing dan mimisan. 

     Oleh karena itu, orang tuaku memutuskan secara paksa hubunganku dengan Raka. Tapi kami tetap berpacaran secara sembunyi-sembunyi. Suatu hari, Raka ingin memberiku kejutan sebagai hadiah ulang tahunku ke 18. Dia mengajakku ke sebuah tempat dengan menutup mataku. Aku sangat penasaran, sampai ia membuka tutup mataku, ternyata dia membawaku ke sebuah kamar hotel yang telah dihias dengan sangat cantik. 

     Dia memberiku kue tar dan aku meniup lilinnya. Dia juga memberiku sebuah kotak kado yang harus kubuka setelah pulang dari hotel. Setelah makan kue, kami berbaring di kasur dan saling menatap, hanya ada kami berdua di dalam kamar itu. Dia mulai menciumku dan itu menjadi awal dari kejadian yang merusak hidupku. Raka mulai melakukan hal yang tidak boleh dilakukan oleh sepasang kekasih yang belum menikah. Aku merasa terhipnotis malam itu sehingga aku menikmati hal itu. 

     Setelah selesai, ia mengantarku pulang. Di sepanjang perjalanan, perasaanku campur aduk, antara senang, sedih dan takut sekali. Sesampainya di rumah, aku membuka kado dari Raka yang berisi gaun cantik dan tas kecil. Ada surat di dalamnya yang berisi ucapan dan harapan darinya, namun di balik surat tersebut ada tulisan bahwa aku harus berhati-hati karena akan ada kejutan yang lebih besar akan datang ke hidupku. 

     Keesokan hari, saat aku terbangun, ternyata kejutan besar itu adalah tersebarnya videoku dengan Raka semalam, tapi anehnya muka Raka tidak terlihat di video tersebut. Orang tuaku ternyata sudah mengetahui hal tersebut, mereka memarahiku dan mereka merasa gagal mendidik aku. Tak lama, pihak sekolah menelpon orang tuaku dan meminta untuk datang ke sekolah. Aku di keluarkan dari sekolah dan tidak memiliki harapan sedikitpun untuk diterima di AKMIL. 

Komentar

  1. Wahhh tidak boleh ditiru ya kawan kawann!!

    BalasHapus
  2. Raka jangan sampai berkeliaran...

    BalasHapus
  3. MasyaAllah cerita nya sangat menginspirasi kehidupan anak muda

    BalasHapus
  4. atlet renang, berprestasi akademik,mau daftar akmil ....siapa lagi kalo bukan si paling aisyah hahhaha
    mantap kerenn sukses selalu kakkkk

    BalasHapus
  5. kalo aku sitradara, mau aku rilis jadi seires wkwkakak

    BalasHapus

Posting Komentar